Selasa, 29 Oktober 2019

Pengertian E-BOOK, fungsi, tujuan dan format format didalamnya.

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Haloo!!! Ketemu lagi nih di blog pribadi milikku!;) Gimana nih kabar kalian? Apa ada yang rindu sama blog punya ku? Mungkin rindu sama materi dari blog ku ini? Udahlah yah, aku gak mau panjang lebar lagi. Jadii... Blog kali ini bakal ngebahas tentang E-BOOK. Ada yang udah tau apa itu E-Book? Kalo ada yang belum tau, simak saja penjelasan berikut ini yah;)



A. Pengertian E-BOOK
E-Book singkatan dari Electronic Book adalah sebuah buku panduan dalam versi digital dimana buku tersebut dapat dibuka melalui alat elektronik. E-Book ini berupa file dengan Format bermacam macam, ada yang berupa pdf (Portable Document Format)  yang dapat dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya. Ada juga yang berbentuk htm, yang dapat dibuka dengan Browsing/Internet.  Ada juga yang berbentuk format exe.

B. Fungsi E-BOOK
Adapun beberapa fungsi yang kita dapat jika menggunakan E-Book ini, antara lain sebagai berikut :

1) Salah satu alternatif media belajar.
2) Memuat konten multimedia didalamnya sehingga dapat menyajikan bahan ajar yang lebih menarik dan pembelajaran menjadi menyenangkan.
3) Sebagai media berbagi informasi.
4) Dapat disebar-luaskan secara lebih mudah, baik melalui media website, E-Mail dan media digital lainnya.
5) Seseorang dapat dengan mudah menjadi pengarang/peneebit.

C. Tujuan E-BOOK
E-Book juga memiliki beberapa tujuan, yakni sebagai berikut :

1) Memberikan kesempatan bagi pembuat konten untuk lebih mudah berbagi informasi. Dengan konten digital, penharang tidak perlu mendatangi penerbit.

2) Melindungi informasi yang disampaikan. Ketika kita membuat sebuah E-Book, kita bisa memberikan proteksi terhadap isi E-Book tersebut. Caranya yaitu dengan memberikan password khusus, sehingga hanya orang orang tertentu saja yang bisa membukanya. Selain itu, E-Book juga berbeda dengan buku biasa. E-Book tidak akan rusak, basah seperti buku, ataupun hilang.

3) Mempermudah proses memahami materi pelajaran. Para pelajar akan lebih mudah dalam belajar, karena tidak terlalu sulit dan tidak ribet.

4) Bisa menampilkan File multimedia (Audio dan Video). E-Book juga bisa dibuat lebih menarik dengan menambahkan audio ataupun video.

D. Jenis dan Format E-BOOK
Dalam E-Book, terdapat beberapa jenis E-Book dan format.  Beberapa macam jenis dan format tersebut antara lain, sebagai berikut :

1) ASW {Amazon World}
 Sebuah format propertary amazon, yang menyerupai format MOBI kadang kadang menyertakan Digital Rights Management (DRM),  pada format ini dikhususkan untuk Kindle Amazon.

2) EPUB {Electronic Publication}
 Format terbuka didefinisikan oleh forum Open Digital Book dari International Digital Publishing Forum (idpf). EPUB mengacu kepada standar XHTML dan XML. Ini adalah standar yang sedang berkembang.

3) KF8 {Format Kindle Fire dari Amazon}
 Hal ini pada dasarnya sama dengan prinsip EPUB yang disusun dalam pembungkus Palm Fire Database (PDB) dengan Digital Rights Management (DRM) milik Amazon.

4) MOBI {Format MobiPocket}
 Ditampilkan menggunakan perangkat lunak membaca sendiri. MobiPocket tersedia pada hampir semua PDA dan Smartphone.

5) PDB {Palm Fire Database}
 Dapat menyertakan beberapa format format buku digital yang berbeda, yang ditunjukkan untuk perangkat berbasiskan sistem operasi palm.

6) PDF {Portable Document Format}
 Diciptakan oleh Adobe untuk produk Acrobat merekaIni secara tidak langsung merupakan format yang digunakan untuk pertukaran dokumen. Beberapa perangkat memiliki masalah dengan PDF karena kebanyakan konten yang tersedia akan ditampilkan baik untuk format A4 atau surat, yang keduanya tidak mudah dibaca ketika diperkecil sesuai layar kecil. 

7) PRC {Palm Resource File} 

 Sering menyertakan e-book Mobipocket tapi kadang-kadang menyertakan E-Reader atau E-Book AportisDoc.

8) TPZ {Topaz File Extension} 

 Digunakan pada Amazon Kindle. Digunakan untuk membuat buku-buku tua dengan cepat, karena proses konversi pada dasarnya otomatis dari scan halaman dari sebuah buku, tetapi dengan kelebihan yaitu penyusunan teks (reflows) yang sangat baik.

9) HTML {Hyper Text Markup Language} 

 Banyak teks yang didistribusikan dalam format ini. Selain itu, beberapa pembaca E-Book mendukung Cascading Style Sheets (CSS) yang pada dasarnya gaya utama panduan untuk halaman HTML.

10) CHM {Compressed HTML} 

 Digunakan untuk file bantuan Windows. 

11) XHTML

 Versi khusus dari HTML dirancang agar sesuai dengan aturan konstruksi XML. Ini adalah format standar untuk data EPUB.

12) XML 

 Tujuan umum markup language untuk pertukaran data. Dalam konteks digital book umumnya terbatas pada XHTML dan RSS feed meskipun beberapa format lain yang telah ditetapkan.



Huffttt...... Akhirnya selesai juga yah:'( Cape loh ngetik sepanjang ini, meski yah nggk seluruhnya diketik. Tapi ya tetep aja capek, ya kan:) 

Maaf yah kalo ada salah kata dalam pembahasan ini dan terimakasih udah mau mampir di blog milikku;') 

Sekian

Wassalamu'alaikum wr. wb. 

Etika rancangan desain grafis komunikasi

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Untuk blog kali ini, saya akan membahas dan menjelaskan materi tentang etika rancangan desain grafis komunikasi. Mari kita simak penjelasannya dibawah ini.



Etika rancangan desain grafis komunikasi

Proses komunikasi media grafis komunikasi tidak dapat dilepaskan dari etika Komunikator (Sumber), Komunikasi (Pesan melalui media), Konteks (siapa sasaran komunikasi dengan akibat apa) selalu berkaitan dengan etika. Proses komunikasi media grafis komunikasi dapat dilihat sebagai suatu kegiatan manusia yang melibatkan keputusan etis di dalamnya.


Menurut Marshall Mc Luhan, cara menyampaikan informasi sama pentingnya dengan isi informasi yang disampaikan. Namun, tidak berhenti di situ, media penyampai pesan tersebut juga harus kita perhatikan.

a. Produsen/biro iklan (media grafis komunikasi) sebagai komunikator dituntut untuk memiliki motivasi dan tujuan yang benar dalam bermedia grafis komunikasi.

b. Pesan dan media grafis komunikasi berhubungan erat. Dengan niat yang jujur, dan cara mengolah pesan dan penggunaan media komunikasi perlu diperhatikan.

c. Sasaran media grafis komunikasi berkaitan dengan landasan keputusan etis situasi dan akibat.

Ketiga faktor tersebut di atas harus ada dalam proses komunikasi media grafis dan selalu menjadi bahan pertimbangan. Tata Cara Periklanan Indonesia yang Disempurnakan yang menulis mukadimah antara lain menyatakan bahwa isi Kode Etik berdasarkan pada Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

Dalam asas-asas umum disebutkan, antara lain:
>> Iklan (media grafis komunikasi) harus jujur dan tanggung jawab.
>> Iklan (media grafis komunikasi) tidak boleh menyinggung perasaan atau merendahkan martabat agama, tata susila, adat, budaya, suku, dan golongan (SARA)
>> Iklan (media grafis komunikasi) harus dijiwai oleh rasa persaingan sehat.

Dalam penerapan umum disebutkan antara:
>> Apa yang dimaksud de￾ngan istilah jujur, bertanggung jawab dan tidak berlawanan dengan hukum.
>> Isi iklan (media grafis komunikasi) berupa pernyataan dan janji mengenai produk harus dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
>> Iklan (media grafis komunikasi) tidak boleh membenarkan tindakan kekerasan.
>> Iklan (media grafis komunikasi) untuk anak-anak tidak boleh ditampilkan dalam bentuk yang dianggap dapat mengganggu atau merusak jasmani dan rohani mereka, serta mengambil manfaat atas kemudahan kepercayaan, kekurangan pengalaman, atau kepolosan hati mereka.



Ada kalanya iklan (media grafis komunikasi) lupa atau tidak menghiraukan peraturan yang telah ditentukan, sehingga tanpa disadari iklan (media grafis komunikasi) yang ditampilkan akan mendapat reaksi keras atau kritik juga perasaan kurang enak pada konsumen yang merasa dirugikan. Memanipulasi dan mempermainkan Kode Etik yang telah ditentukan secara tidak langsung meninggalan peraturan yang telah ada, sehingga menjadikan kurang wibawanya Kode Etik tersebut.

A. Pedoman Periklanan Obat Bebas

Latar Belakang

1. Obat mempunyai kedudukan yang khusus dalam masyarakat karena merupakan produk yang diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun demikian, penggunaan yang salah, tidak tepat dan tidak rasional dapat membahayakan masyarakat.

2. Untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan penggunaan obat yang salah, tidak tepat dan tidak rasional akibat pengaruh promosi melalui iklan, pemerintah melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap penyebaran obat, termasuk periklanan obat. Dalam periklanan obat, masalah yang dihadapi relatif kompleks karena aspek yang dipertimbangkan tidak hanya menyangkut kriteria etis periklanan, tetapi juga menyangkut manfaat resikonya terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat luas. Oleh karena itu isi, struktur maupun format pesan iklan obat perlu dirancang dengan tepat agar tidak menimbulkan persepsi dan interprestasi yang salah oleh masyarakat luas.

Petunjuk Teknis

Secara umum iklan obat harus mengacu pada “Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia”, tetapi khusus untuk hal-hal yang bersifat teknis medis, maka penerapannya harus didasarkan pada pedoman ini.

Umum

1.Obat yang dapat diiklankan kepada masyarakat adalah obat yang sesuaiperaturan perundang-undangan yang berlaku tergolong dalamobat bebas atau obat terbatas, kecuali dinyatakan lain.

2. Obat dimaksud dalam butir dapat diiklankan apabila telah mendapat nomor persetujuan pendaftaran dari Departemen Kesehatan RI.

3. Iklan obat dapat dimuat di media periklanan setelah rancangan iklan tersebut disetujui oleh Departemen Kesehatan RI.

4. Nama obat yang dapat diiklankan adalah namayang disetujui dalampendaftaran.

5. Iklan obat hendaknya dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk pemilihan penggunaan obat bebas secara rasional.

6. Iklan obat tidak boleh mendorong penggunaan berlebihan dan penggunaan terus menerus
Informasi mengenai produk obat dalam 

7. Iklan harus sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam pasal 41 ayat (2) Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan sebagai berikut:

>> Obyektif: Harus memberikan informasi sesuai dengan kenyataan yang ada tidak boleh menyimpang dari sifat kemanfaatan dan keamanan obat yang telah disetujui.

>> Lengkap: Harus mencantumkan tidak hanya informasi tentang khasiat obat, tetapi juga memberikan informasi tentang hal-hal yang harus diperhatikan, misalnya adanya kontra indikasi dan efek samping.

>> Tidak menyesatkan: Informasi obat harus jujur, akurat, bertanggung jawab serta tidak boleh memanfaatkan kekuatiran masyarakat akan suatu masalah kesehatan. Di samping itu, cara penyajian informasi harus berselera baik dan pantas serta tidak boleh menimbulkan persepsi khusus di masyarakat yang mengakibatkan penggunaan obat berlebihan atau tidak berdasarkan pada kebutuhan.

8. Iklan obat tidak boleh ditujukan untuk khalayak anak-anak atau menampilkan anak-anak tanpa adanya supervisi orang dewasa atau memakai narasi suara anak-anak yang menganjurkan penggunaan o
bat. Iklan obat tidak boleh menggambarkan bahwa keputusan obat diambil oleh anak-anak.

9. Iklan obat tidak boleh diperankan oleh tenaga profesi kesehatan atau aktor yang berperan sebagai profesi kesehatan dan atau menggunakan “seting” yang beratribut profesi kesehatan dan laboratorium.

10. Iklan obat tidak boleh memberikan pernyataan superlatif, komparatif tentang indi- kasi, kegunaan/ manfaat obat.

11. Iklan obat tidak boleh:

11.1. Memberikan anjuran dengan mengacu pada pernyataan profesi kesehatan mengenai khasiat, keamanan dan mutu obat. Misalnya, ”Dokter saya merekomendasikan ...…”

12.1 Memberikan anjuran mengenai khasiat, keamanan dan mutu obat yang dilakukan denganberlebihan.

12. Iklan obat harus memuat anjuran untuk mencari informasi yang tepat kepada profesi kesehatan mengenai kondisi kesehatantertentu.

13. Iklan obat tidak boleh menunjukkan efek/kerja obat segera sesudah penggunaan obat.

14. Iklan obat tidak menawarkan hadiahataupun
memberi pernyataan garansi tentang indikasi, kegunaan/ manfaat obat.

15. Iklan obat harus mencantumkan spot peringatan perhatian sebagai berikut:


  • BACA ATURAN PAKAI
  • JIKA SAKIT BERLANJUT, HUBUNGI DOKTER

16. Ketentuan minimal yang harus dipenuhi oleh spot peringatan perhatian dalam butir adalah sebagai berikut:

16.1 Untuk Media Teklevisi: Spot iklan harus dicantumkan dengan tulisan yang jelas terbaca pada suatu screen/ gambar terakhir dengan ukuran minimal 30% dari screen dan ditanyangkan minimal selam 3 detik.

16.2 Untuk Media Radio: Spot iklan harus dibacakan pada akhir iklan dengan jelas dan dengan nada suara tegas.

16.3 Untuk Media  Cetak: Spot dicantumkan dengan ketentuan sebagaiberikut:

Obat
Jenis huruf (font): helvetica, medium. Ukuran huruf: 18 pts. Jarak baris (leading): 18 (100%), proporsional. Jarak kata (letter spacing): normal (100%). Jarak huruf (word spacing): normal(0%).

Vitamin

Jenis huruf (font): helvetica, medium. Ikuran huruf: 18 pts. Jarak baris (leading): 18 (100%), proporsional. Jarak kata (letter spacing): normal (100%). Jarak huruf (word spacing): normal (0%)
Ukuran kotak spot tersebut harus dibuat proporsional (antara spot dan halaman iklan) sehingga spot tersebut terlihat mencolok.

Iklan obat harus mencantumkan informasimengenai:

>> Komposisi zat aktif obat dengan nama INN (khusus untuk media cetak); untuk media lain, apabila ingin menyebutkan komposisi zat aktif, harus dengan nama INN.

>> Indikasi utama obat dan informasi mengenai keamana obat.

>> Nama dagang obat. 

Sekian penjelasan materi ini, semoga dapat membantu anda sekalian. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata. Sekian, Terimakasih

Wassalamu'alaikum wr. wb. 

Minggu, 20 Oktober 2019

Pengukuran (AVOMETER)

Assalamualaikum wr. wb.

Kali ini yang kita bahas adalah cara pengukuran menggunakan Avometer. Simak penjelasannya dibawah ini.


Sedikit flashback berikut adalah bagian bagian multimeter yang pada artikel sebelumnya pernah dibahas :
bagian bagian avometer

Simbol pada Multimeter Digital dan Analog

Setelah mengetahui bagian bagian pada AVOmeter maka kita juga harus tahu arti simbol serta penggunaan range selector switch pada alat ukur ini. Sebagai contoh dibawah ini kita menggunakan simbol dari sebuah avometer analog, tentunya pada avometer digital pun sama saja pasti akan mudah menemukan simbol serupa
simbol avometer ACSelector dengan tulisan ACV dan terdapat simbol sinus artinya jika avometer dipilih pada selector bagian ini maka siap digunakan untuk pengukuran tegangan dengan jenis gelombang AC yaitu misalnya pengukuran tegangan PLN, generator listrik, tegangan osilator dll
ACV sendiri adalah singkatan dari Alternating Current Voltage yang gelombang arusnya memang seperti sinusoidal.
Jika selector dipindahkan searah jarum jam maka tampilan selector akan menjadi seperti gambar disamping dengan simbol pada range selector adalah simbol Omega atau biasa disebut Ohm yang merupakan satuan untuk resistansi atau hambatan listrik pada rangkaian.
Fungsi selector ini adalah untuk mengukur resistansi, mengukur baik buruknya transistor, menguji koneksi kabel dll..

Melanjutkan searah jarum jam maka kita akan menemukan selector dengan tulisan DCA disertai simbol garis dan garis putus putus, fungsi selector ini adalah untuk mengukur arus listrik searah sesuai dengan namanya Direct Current Ampere.
Umumnya kapasitas pengukuran arus untuk AVOmeter sangat kecil dibawah 250mA.
simbol voltmeter avometer
Dan yang terakhir adalah selector switch dengan tulisan DCV yang berfungsi jika kita akan mengukur tegangan DC / direct current atau sering disebut juga sebagai arus searah misalnya saja mengukur tegangan baterai kering, accumulator / aki motor ataupun mobil.
Bedakan dengan DCA karena memiliki simbol yang sama dengan selector untuk mengukur arus listrik.
Penggunaannya pun berbeda dengan DCA yang dipasang secara seri terhadap rangkaian yang akan diukur. Sedangkan pada selector DCV probe dipasang secara paralel.

Sedangkan pada AVOmeter digital ada 2 jenis jika dibedakan dari jenis selector yang dibedakan yaitu selector dengan pilihan range manual sama seperti gambar diatas dan ada juga multimeter auto range seperti contoh dibawah ini sehingga kita tidak perlu memilih range tegangan yang akan diukur karena sudah secara otomatis alat ukur tersebut menyesuaikan.
multimeter autorange

Cara Mengukur Tegangan dengan AVOmeter

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa multimeter bisa digunakan untuk mengukur tegangan listrik baik itu tegangan AC maupun DC. Wajib diketahui untuk pengukuran tegangan maka probe avometer dipasang secara paralel terhadap rangkaian yang akan diukur.
Berikut ini contohnya dibawah sebuah avometer digital digunakan untuk mengukur sebuah baterai kotak dengan tegangan yang terukur 8.03 Volt DC. Pada beberapa AVOmeter digital yang tidak memiliki pilihan range besarnya tegangan yang akan diukur maka range diatur secara otomatis atau biasa disebut juga autorange.
cara mengukur tegangan dengan avometer
Saat kita akan mengukur tegangan AC tidak masalah probe terbalik antara positif dan negatif nya karena tegangan bolak balik memang tidak ada polaritasnya sedangkan saat akan mengukur tegangan DC usahakan untuk membiasakan menempatkan probe merah (+) ke polaritas (+) baterai atau rangkaian, demikian juga dengan probe hitam untuk polaritas (-).
Kelebihan AVOmeter digital dalam pengukuran tegangan adalah tegangan tetap bisa terukur walaupun polaritas terbalik, perbedaan nya hanya pada tampilan angka menjadi minus. Bedakan dengan AVOmeter analog yang jika diberi polaritas terbalik maka jarum akan bergerak ke kiri dan sama sekali tidak terbaca tegangan yang diukur.
Biasakan saat akan mengukur tegangan yang belum kita ketahui berapa besarannya maka gunakan range yang paling besar supaya tidak merusak ke multimeter, dalam hal ini maka pilihlah tegangan 1000 V untuk selector DCV dan 750 V untuk selector ACV.

Cara Mengukur Arus dengan AVOmeter

Untuk mengukur arus pada sebuah rangkaian dengan menggunakan multimeter maka probe alat ukur harus ditempatkan secara seri terhadap rangkaian yang akan diukur, seperti disampaikan diatas selector diposisikan pada DCA / Direct Current Ampere.
Pada contoh dibawah perhatikan arah panah warna kuning menandakan arah majunya arus listrik pada rangkaian.
cara mengukur arus listrik
Pengertian arus adalah seberapa besar energi listrik yang mengalir pada sebuah rangkaian listrik dengan satuan pengukuran Ampere dan simbol A. Biasanya pada AVOmeter digital range pengukuran bisa sampai 10A sedangkan pada AVOmeter analog hanya sampai 250 mA saja.
Demikian halnya dengan pengukuran tegangan DC, pada pengukuran arus perlu diperhatikan probe positif dan negatif tidak boleh terbalik. Untuk lebih memudahkan probe merah (+) selalu dihubungkan dengan sumber arus listrik rangkaian kutub (+) juga seperti pada contoh gambar dengan sebuah bohlam kecil sebagai beban.
cara mengukur arus pada rangkaian
Pada AVOmeter baik analog maupun digital hanya bisa mengukur arus listrik DC / arus searah saja sedangkan untuk arus AC tidak bisa diukur dengan multimeter biasa. Biasanya untuk listrik AC dengan arus besar diukur dengan tang Ampere / Clamp meter.

Cara Mengukur Resistansi dengan AVOmeter

Untuk mengukur resistansi/ hambatan dengan menggunakan multimeter sangat mudah untuk dilakukan karena dalam penempatan probe positif dan negatif tidak perlu memperhatikan polaritas tetapi wajib diperhatikan saat pengukuran menggunakan multimeter analog/ type jarum harus dilakukan kalibrasi dahulu supaya hasil pengukuran valid.
Bagaimana cara melakukan kalibrasi avometer analog ? berikut dibawah ini tutorialnya
Pada saat probe merah dan hitam pada avometer di hubungkan maka jarum penunjuk akan bergerak ke sebelah kanan, pastikan jarum penunjuk menunjuk tepat ke angka 0 sebelah kanan, jika tidak tepat maka bisa diatur dengan menggunakan zero adjusment.
cara kalibrasi avometer analog
Kalibrasi zero adjustment ini wajib dilakukan setiap kita melakukan perubahan pada range avometer tersebut supaya hasil pengukuran ohm meter akurat.
Jika sudah dikalibrasi maka pengukuran bisa dilakukan, probe multimeter ditempatkan secara paralel terhadap komponen yang akan diukur seperti misalnya contoh dibawah ini mengukur resistansi sebuah resistor
cara mengukur resistansi dengan multimeter
Jika kita belum tahu berapa resistansi yang akan diukur maka pilihkan selector ohm meter ke posisi 100 K, pada posisi ini maka resistor dengan nilai hambatan 2 M Ohm (2000.000) pun masih bisa terbaca. Bandingkan dengan hasil pembacaan manual seperti di artikel
 
PENGUNAKAN MULTIMETER (DIGITAL)

MULTIMETER Adalah alat yang berfungsi untuk mengukur
  -  Voltage (Tegangan),
  -  Ampere (Arus Listrik),
  -  Ohm (Hambatan/Resistansi) ... Dalam satu unit.
Multimeter sering disebut juga dengan istilah Multitester atau AVO Meter (Ampere Volt Ohm).


Terdapat 2 Jenis Multimeter dalam menampilkan hasil pengukurannya yaitu :
  -  Analog Multimeter (AMM)
  -  Digital Multimeter (DMM).

Digital Multimeter (DMM) saat ini dapat pula mengukur
  Kapasitansi
  Frequency
  Duty-Cycle.


-  Pastikan ke Sirkuit OFF.  Jika rangkaian termasuk Kapasitor.
-  Pastikan MODE untuk PENGUKURAN
-  Masukkan kabel HITAM ke jack COM
-  Masukkan kabel MERAH ke dalam jack VΩ.
-  Pastikan Test Lead mengarah ke komponen yang diuji dan terhubung dengan BAIK.
-  Baca PENGUKURAN pada layar.
-  Selesai, putar Multimeter OFF untuk mencegah pengurasan Baterai.

Catatan. Test Lead (-PROBE-) yang besar untuk pengukuran Voltage diatas 1.000 Volt.


-  Tekan tombol ( HOLD ) untuk menangkap pengukuran yang stabil.
-  Tekan tombol ( MIN/MAX ) untuk menangkap pengukuran Terendah dan Tertinggi.
-  Multimeter berbunyi setiap kali membaca baru dicatat.
-  Tekan tombol ( RANGE ) untuk memilih rentang pengukuran tetap tertentu.
-  Tekan tombol Relatif ( REL) untuk mengatur Multimeter ke nilai Referensi khusus.
SPESIFIKASI
-  Akurasi
     Tingkat kedekatan pengukuran kuantitas terhadap nilai yang sebenarnya
-  Resolusi
     Kenaikan terkecil dapat mendeteksi dan menampilkan Seratus, Seribu, Sejuta.
-  Range
     Batas Atas / Bawah alat dapat mengukur nilai atau Sinyal seperti Amplitude, Volt & Ohm.
-  Presisi
     Ketetapan alat untuk pengulangan bagaimana andal mendapat hasil pengukuran sama.
 
 
Pengukuran Kontinuitas

 PENGUKURAN KONTINUITAS
Tes kontinuitas adalah pengecekan sebuah sirkuit listrik untuk melihat apakah arus mengalir (yang sebenarnya Sirkuit Lengkap). 
Sebagai contoh,
  -  Jalur tembaga pada PCB
  -  Sebuah Kabel dalam bundel kabel
  -  Sikring atau Fuse
Semuanya tidak boleh dalam keadaan OPEN CIRCUIT namun harus Tersambung.

Sebuah tes kontinuitas dilakukan dengan menempatkan tegangan kecil ( Kabel secara seri dengan LED atau komponen Noise-memproduksi seperti Speaker Piezoelektrik ) di jalan yang dipilih. Jika aliran elektron dihambat oleh Konduktor rusak, Komponen yang rusak, atau Resistensi berlebihan, Sirkuit yang "Terbuka".

DMM juga berguna untuk menemukan kedua ujung dari sebuah kawat, saat semua kawat memiliki warna yang sama. Yang di set untuk mengukur Resistansi, dapat digunakan untuk mengukur kontinuitas.

Pastikan DMM telah di set untuk membaca Resistansi Rendah. Jika anda men-set meter untuk membaca hingga 100k maka nilai resistansi 500 Ohm akan muncul sebagai keadaan tersambung. DMM akan mengeluarkan bunyi saat kontinuiti OK.

PEMERIKSAAN PADA BUNDEL KABEL

PENGUKURAN
  1. Putar tombol ke mode "Continuity Test (Kontinuitas)"
  2. Masukkan Test-Lead HITAM ke jack COM
  3. Masukkan Test-Lead MERAH ke jack V Ω.
  4. Pastikan seluruh rakaian dalam keadaan TIDAK AKTIF !!!
  5. Hubungkan Test-Lead mengarah seluruh komponen yang diuji. 
  6. Perhatikan! bahwa komponen mungkin perlu terisolasi dari komponen lain dalam rangkaian.
  7. DMM berbunyi BEEP - Jika jalur lengkap (Kontinuitas) terdeteksi. 
  8. DMM tidak akan berbunyi. - Jika rangkaian terbuka (Saklar dalam posisi OFF)
  9. Lanjukan pengukuran sampai selesai
  10. Setelah Selesai, putar DMM OFF untuk menghemat Baterai. Dan lepaskan Test-Lead dalam urutan terbalik: Merah pertama, kemudian Hitam.

PENGUKURAN DIODE

DIODA
Komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan Arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur).

Dioda dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika.

Dioda sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang sempurna, melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan kompleks yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau material yang digunakan serta parameter penggunaan.

DMM dapat menguji DIODA menggunakan salah satu dari dua METODE:
  -  Modus Uji Dioda:  Hampir selalu pendekatan yang terbaik.
  -  Modus Resistance: Biasanya digunakan hanya jika multimeter tidak dilengkapi dengan mode Diode Test.
Dalam beberapa kasus mungkin perlu untuk menghapus salah satu ujung dioda dari rangkaian dalam rangka untuk menguji dioda.

Hal yang perlu diketahui tentang Modus Resistace saat pengujian Dioda:
  -  Tidak Selalu menunjukkan apakah dioda Baik atau Jelek.
  -  Tidak harus diambil saat Dioda pada sebuah rangkaian ini dapat menghasilkan pembacaan palsu.
  -  BISA digunakan untuk memverifikasi Dioda Buruk dalam aplikasi tertentu setelah Test Diode menunjukkan Dioda itu Jelek.
Sebuah Dioda terbaik diuji dengan mengukur Tegangan-Jatuh dioda ketika Maju-Bias.
Sebuah Dioda Maju-Bias beraksi sebagai Saklar Tertutup, memungkinkan arus mengalir.

PROCEDUR MODUS UJI DIODE 
  -  Pastikan !!  Sirkuit dalam keadaan Mati.
     Tegangan yang ada munkin dari Kapasitor dalam keadaan penuh
     Jika demikian, Kapasitor harus dikosongkan. Atur DMM untuk mengukur AC atau DC
  -  Putar tombol (Rotary Switch) ke modus Diode Test (   ).
  -  Hubungkan Test-Lead,  Catat hasil pengukuran yang ditampilkan.
  -  Membalikkan Test-Lead,   Catat hasil pengukuran yang ditampilkan.

ANALISIS
  -  Dioda yang Baik berbasis Maju-Bias akan menampilkan Tegangan Jatuh berkisar 0,5-0,8 Volt untuk Dioda Silikon. Dioda Germanium memiliki Tegangan-Jatuh 0,2-0,3 V.
-  DMM Menampilkan OL ketika dioda yang baik  Balik-Bias. OL menunjukkan Dioda berfungsi sebagai Saklar Terbuka.
-  Dioda Jelek tidak memungkinkan arus mengalir di kedua arah. Sebuah DMM akan menampilkan OL di kedua arah ketika dioda dibuka.
-  Dioda Korsleting memiliki penurunan yang sama tegangan membaca (sekitar 0,4 V) di kedua arah.

MODUS RESISTANCE
Dapat digunakan sebagai tes dioda tambahan atau Jika DMM tidak termasuk Diode Uji

Dioda Maju-Bias ketika Positif  ( MERAH ) pada Anoda dan Negatif ( HITAM ) pada Katoda.
-  Perlawanan Maju-Bias Dioda yang Baik harus berkisar dari 1.000 Ω.- 10 MΩ.
-  Pengukuran Resistansi Tinggi ketika Dioda Maju-Bias
Karena arus dari DMM mengalir melalui Dioda, menyebabkan pengukuran Resistansi Tinggi

Dioda Reverse-Bias ketika Negatif ( HITAM ) Anoda dan Positif ( MERAH ) pada Katoda.
-  Perlawanan reverse-bias dari dioda baik menampilkan OL pada multimeter. dioda adalah buruk jika pembacaan yang sama di kedua arah.

PROCEDUR MODUS RESISTANCE
  -  Pastikan !!  Sirkuit dalam keadaan Mati.
     Tegangan yang ada munkin dari Kapasitor dalam keadaan penuh
     Jika demikian, Kapasitor harus dikosongkan. Atur DMM untuk mengukur AC atau DC
  -  Putar tombol (Rotary Switch) ke modus Resistansi (Ω).
  -  Hubungkan Test-Lead,  Catat hasil pengukuran yang ditampilkan.
  -  Membalikkan Test-Lead,   Catat hasil pengukuran yang ditampilkan.
 
 

 

PENGUKURAN RESISTANSI

PENGUKURAN RESISTANSI
Hambatan Listrik dari sebuah Konduktor Listrik adalah ukuran kesulitan untuk melewati arus listrik melalui konduktor itu. Kuantitas terbalik adalah Konduktansi Listrik,

Kemudahan yang melewati arus listrik. hambatan listrik saham beberapa paralel konseptual dengan gagasan gesekan mekanis.

Satuan SI dari Resistansi Listrik adalah Ohm (Ω),
Sedangkan Konduktansi Listrik diukur dalam Siemens (S).

PROSEDUR
  1.  Pastikan !!  Sirkuit dalam keadaan Mati.
  2.  Putar tombol (Rotary Switch) ke ( Ω ).
  3.  Masukkan Test-Lead HITAM ke jack COM
  4.  Masukkan Test-Lead MERAH ke jack V Ω.
  4.  Arahkan Test-Lead ke Komponen yang diuji Dan Catat Hasil Pengukuran.

Jikan masih ada Tegangan itu mungkin dari Kapasitor yang dalam keadaan penuh. Kapasitor harus dikosongkan dahulu. Atur DMM untuk mengukur AC atau DC nya.
Layar DMM harus menunjukkan OL Ω . Mengapa?  Dalam mode Resistance, Walau sebelum Test-Lead yang terhubung ke Komponen, (DMM) secara otomatis mulai mengambil Pengukuran Resistansi. 
Simbol  mungkin muncul di layar karena perlawanan terbuka (Pengukuran  Sangat Tinggi). Ketika Test-Lead terhubung ke komponen, DMM otomatis menggunakan Autorange untuk pemenyesuaikan yang terbaik. 
Dengan menekan tombol Range memungkinkan teknisi untuk secara manual mengatur kisaran. Hasil terbaik akan tercapai Jika komponen yang akan diuji dilepas dari Sirkuit. Jika komponen masih di sirkuit, Pembacaan akan dipengaruhi oleh komponen lainnya secara Paralel.

6. Selesai, putar DMM OFF untuk menghemat Baterai.
Dan lepaskan Test-Lead dalam urutan terbalik: MERAH pertama, kemudian HITAM.

Pilihan lanjutan DMM
8.   Tekan tombol (RANGE) untuk Rentang pengukuran tetap.
9.   Tekan tombol (HOLD) agar pengukuran yang stabil.
10. Tekan tombol (MIN/MAX) untuk mendapatkan pengukuran Terendah dan Tertinggi. DMM berbunyi setiap kali membacaan baru.
11. Tekan Relatif (REL) tombol untuk mengatur DMM ke nilai Referensi khusus.

Untuk Pengukuran Resistansi Rendah, lebih baik menggunakan modus Relatif (REL). Hal ini juga dapat disebut sebagai nol atau modus Delta (   ). Otomatis Test-Lead mengurangi Uji Resistensi-biasanya 0,2 Ω - 0,5Ω. Idealnya, Jika Test_lead di Hubungkan bersama-sama, DMM harus menunjukkan 0 Ω.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi pembacaan Resistansi: Zat asing (Kotoran, Fluks solder, Minyak). Kontak tubuh dengan ujung logam dari Test-Lead,  Jalur rangkaian Paralel.
Tubuh manusia menjadi jalur Resistansi Paralel, menurunkan Resistensi Sirkuit Total. Maka hindari menhyentuh bagian logam untuk menghindari kesalahan.

ANALISA PENGUKURAN

  • Mengapa mengukur Resistansi ? ... Untuk mengetahui kondisi sirkuit atau komponen. Semakin tinggi Resistansi, semakin Rendah Arus dan sebaliknya.
  • Pentingnya membaca Resistansi tergantung pada komponen yang diuji. Secara umum, ketahanan salah satu komponen bervariasi) dari waktu ke waktu dan b) dari komponen komponen. Perubahan Resistansi sedikit biasanya tidak penting tetapi mungkin menunjukkan pola yang harus diperhatikan.
  • Contoh: Sebagai Resistansi dari elemen pemanas naik, arus yang melalui elemen menurun, dan sebaliknya. Lihat Gambar.
  • Secara umum, Resistansi komponen yang digunakan untuk mengontrol Sirkuit (Seperti Switch dan kontak Relay) dimulai sangat Rendah dan meningkat dari waktu ke waktu karena faktor seperti pakaian dan kotoran. 
  • Beban seperti Motor dan solenoida penurunan Resistansi dari waktu ke waktu karena isolasi kerusakan dan kelembaban.
  • Ketika bekerja pada sebuah PCB, kadang-kadang mungkin perlu untuk mengangkat salah satu Lead Resistor dari papan untuk mengukur Resistansi yang benar dari Resistor. Pengukuran dari DMM adalah Resistansi total melalui semua jalur.
  • Hati-hati diperlukan saat mengukur Resistansi Komponen yang merupakan bagian dari Rangkaian.
  • Hambatan dari semua komponen yang terhubung secara paralel dengan Komponen yang diuji mempengaruhi perlawanan membaca, biasanya menurunkan itu. Selalu periksa skema rangkaian untuk jalur Paralel.

Baiklah, sekian materinya. Mohon maaf apabila ada salah, s3kian terimakasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb

Apa itu Efek Dunning-Kruger? Merasa Paling Tahu Padahal Salah? Bisa Jadi kamu Terjebak Fenomena Ini

Pernah ketemu orang yang sok tahu banget, padahal salah? Atau jangan-jangan kalian salah satu dari mereka yang pernah ngerasain paling jago ...