Kamis, 11 November 2021

Mengenal Adobe Premiere - Fungsi, Tool, Setting, Rendering

 ADOBE PREMIERE

FUNGSI

Adobe Premiere menjadi salah satu perangkat pengeditan video yang andal untuk digunakan. Softwere ini memiliki fasilitas lengkap dalam program editing, sehingga memudahkan para kreator konten untuk berkarya. Saat ini, Adobe Premiere banyak digunakan untuk berbagai bidang multimedia. Fungsi Adobe Premiere yang paling utama, yaitu sebagai software pengolah dan edit video.


TOOL

Tools Window merupakan jendela yang berisikan piranti atau peralatan yang dapat kita gunakan dalam proses pengeditan video. Peranti (tools) dalam Adobe Premiere diantaranya Selection Tool, Track Selection Tool, Ripple Edit Tool, Rolling Edit Tool, Rate Stretch Tool, Razor Tool, Slip Tool, Slide Tool, Pen Tool, Hand Tool, dan Zoom Tool.

Berikut adalah fungsi Tools pada Adobe Premiere miere.

  1. Selection Tool (V), berfungsi untuk memilih dan menggeser salah satu atau beberapa klip pada timeline.
  2. Track Selection Tool Kanan (M), berfungsi untuk memilih semua klip pada satu atau beberapa track arah kanan.
  3. Track Selection Tool Kiri (M), berfungsi untuk memilih semua klip pada satu atau beberapa track arah kiri.
  4. Ripple Edit Tool (B), berfungsi untuk menyesuaikan titik edit serta memindahkan klip lainnya dalam timeline agar menjadi seimbang.
  5. Rolling Edit Tool (N), berfungsi untuk menyesuaikan titik edit diantara dua klip tanpa mempengaruhi sisa timeline.
  6. Rate Stretch Tool (X), berfungsi untuk mengubah durasi klip dengan mempercepat atau memperlambat speed pada video.
  7. Razor Tool (C), berfungsi untuk memotong klip video maupun audio pada timeline.
  8. Slip Tool (Y), berfungsi untuk memindahkan klip ke dalam maupun ke luar poin dengan jumlah yang sama secara bersamaan tanpa memengaruhi sisa timeline.
  9. Slide Tool (U), berfungsi untuk memindahkan klip video secara bolak-balik pada timeline.
  10. Pen Tool (P), berfungsi untuk membuat archor pada klip. Tool ini juga dapat berfungsi membuat klip menjadi transparan hingga 100%.
  11. Hand Tool (H), berfungsi untuk menggerakan tampilan pada timeline secara horizontal maupun vertical.
  12. Zoom Tool (Z), berfungsi untuk memperkecil ataupun memperbesar tampilan pada timeline.

EFEK

  • Preset

Kelompok Preset adalah kelompok dari berbagai efek yang telah dilakukan perubahan-perubahan pengaturan secara individual sesuai keinginan editor. Selanjutnya, hasil dari pengaturannya disimpan pada kelompok preset ini.


  • Lumetri Presets

Lumetri Presets adalah kelompok efek yang dapat digunakan untuk merubah pewarnaan (coloring) baik pada klip video maupun gambar. Tersedia beberapa pilihan efek audio yang dapat digunakan sehingga memungkinkan untuk membuat suasana pada video maupun gambar terlihat lebih bagus.


Lumetri Presets

  • Audio Effects

Audio Effects adalah kelompok efek yang dapat digunakan hanya pada klip audio. Tersedia beberapa pilihan efek audio yang dapat digunakan sehingga memungkinkan untuk membuat kualitas audio terdengar sangat baik. Bahkan memungkinkan juga bagi Anda untuk memperbaiki apabila file audio yang akan digunakan memiliki kualitas kurang baik atau bahkan rusak. 

Audio Effects

  • Audio Transitions

Audio Transitions adalah kelompok fitur transisi file audio sehingga memungkinkan bagi editor untuk membuat perpindahan audio secara halus dan berkualitas. Kamu bisa mengeksplorasi efek ini pada project yang kamu punya. 


Audio Transitions

  • Video Effects

Kelompok Video Effects berisikan efek-efek yang paling sering digunakan oleh semua pengguna software Adobe Premiere selaku video editor. Penggunaan fitur efek video inilah yang dapat membuat semua pengguna sebagai video editor mengekspresikan imajinasinya tanpa dibatasi oleh apa pun. Pada sebuah klip, sangat dimungkinkan untuk disematkan lebih dari satu efek hingga mencapai sesuatu yang dikehendaki oleh editor video. Berbeda dengan kelompok sebelumnya, pada kelompok Video Effects di dalamnya terdapat fitur-fitur efek yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya. 


Video Effects

  • Video Transitions

Kelompok Video Transition berisikan fitur transisi yang hanya dapat digunakan untuk file gambar ataupun video. Pilihan fitur transisi yang disediakan sangat memungkinkan seorang editor mampu menunjukkan kualitasnya dengan berbagai penggunaan fitur transisi video yang artistik dan sangat menarik untuk dilihat.


Video Transitions

Sama halnya dengan kelompok Video Effects, kelompok Video Transitions juga berisikan fitur-fitur transisi yang dikelompokkan sesuai dengan jenis transisinya. 


SETTING SEQUENCE

  • Seperti biasanya kita membuat sequence dengan cara shorcut Ctrl + N atau File > New > Sequence.


  • Perhatikan pada tanda merah, paling sering digunakan adalah Digital SLR dan HDV. Apalagi stock footage yang anda gunakan dari sebuah kamera SLR atau Miroless, untuk editing video saya tekankan dengan sequence Digital SLR. HDV sebagai alternatif saja ketika anda ingin membuat video dengan footage alakadarnya ataupun untuk editing ringan saja.

  • Pilih Digital SLR, dan jangan lupa pilih folder sesuai resoulsi yang anda gunakan. Misal saya menggunakan resoulsi 1080p atau FHD dengan 30fps. Kita akan menemukan kebagian settings dengan beberapa konfigurasi yang harus diperhatikan.


  1. Timebase : Pengaturan untuk Frame rate dari sequence yang digunakan, sebetulnya ini pilihan yang harus disesuaikan dengan footage anda. Tambahan, menurut saya settingan paling umum adalah 30fps dan paling bagus di dslr 60fps.
  2. Frame size : Untuk ini sih memang tergantung dari video yang anda gunakan, misalnya disini saya akan gunakan pada resolusi 1920×1080 pixel dengan aspect ratio 16:9. Anda jangan meniru dengan langkah ini, karena setiap orang akan berbeda-beda dalam menggunakan resolusi. Tips aja menurut saya, sebelum membuat sequence ini anda harus mengetahui resolusi dan fps yang kita gunakan seperti diatas yang saya sudah kasih tau caranya.
  3. Video Preview : Width dan Height akan mengikuti sesuai aturan defaultnya, Anda tidak perlu mengaturnya lagi. Untuk rendering maksimal bisa centang bagian Maximum Render Quality.



RENDERING VIDEO DAN FINISHING PROJECT

Yang pertama kamu harus lakukan adalah masuk ke menu File / Export / Media, dan akan membuka jendela Export Settings dengan berbagai pengaturan untuk kamu pilih termasuk kualitas dan pengaturan codec. Untuk tombol shortcut, Ctrl + M di PC, atau Cmd + M di Mac.cara-render-export-premiere

  1. Setting pertama yang harus dilihat adalah memilih bagian video yang ingin kamu ekspor
  2. jika kamu ingin mengekspor seluruh clip, lewati ini. Jika kamu ingin mengekspor sebagian video, pindahkan tuas di bawah pratinjau ke titik awal dan akhir.
  3. Kemudian lihat setelan ‘Source’ jika kamu membuat video untuk platform tertentu seperti format Instagram square kamu bisa membuat window crop’ di bagian yang ingin kamu ekspor.
  4. Jangan lupa mencentang kotak untuk ‘Ekspor Video’ dan ‘Ekspor Audio’

Jumat, 01 Oktober 2021

Analisis film "Ayat-Ayat Cinta"

1. Film bermula dengan Fahri, pelajar asal Indonesia yang menempuh pembelajaran di Cairo, Mesir. Terjadi sebuah kesalahan pada komputer nya dan ia pun meminta bantuan pada tetangga di flatnya. Maria namanya. Gadis Mesir yang menaruh rasa pada Fahri. Kesalahan itu membuat data milik Fahri hilang dan harus membuat ulang yang kemudian dibantu oleh teman temannya. Adegan lain, ditunjukkan pula Fahri memiliki teman wanita lain yang juga sering membantunya. Nurul namanya, ia pun menaruh hati pada Fahri. Fahri memang memiliki banyak penggemar bahkan di kampusnya. Semua terpesona karena sikap yang lemah lembut, serta sopan. Dan bahkan Aisyah yang bertemu di kereta saat insiden seorang warga Mesir hendak memukulnya karena memberi tempat duduk untuk turis Amerika yang merupakan seorang wartawan yang hendak meneliti lebih lanjut tentang agama Islam. Setelah pertemuan itu, Fahri kembali mendapat surat yang kemudian kembali. Dan setelah itu Fahri mendapat tawaran untuk melakukan ta'aruf oleh ustad yang mana gadis yang akan ta'aruf dengannya adalah Aisyah. Gadis yang ditemuinya saat di kereta. Setelah itu berlangsung lah pernikahan antara keduanya. Nurul dan Maria sakit hati bahkan Maria hingga sakit sakitan. Sampai ia ditabrak oleh seseorang. Kebahagiaan Fahri terhenti saat ia mendapat tuduhan melecehkan seorang wanita yang mana dulu pernah ia tolong dan juga pernah memiliki rasa padanya. Aisyah melakukan segala cara agar Fahri bebas dari tuduhan itu dan satu satunya saksi terkuat yakni Maria yang saat itu terbaring dirumah sakit. Aisyah menemui keluarga Maria, dan ia tau dari cerita ibu Maria jika Maria benar benar jatuh cinta pada Fahri. Aisyah meminta Fahri untuk menceritakan tentang pertemuan pertamanya dengan Maria dan direkam sebagai alat agar Maria ingin sadar dari kritisnya. Aisyah juga sempat menyuruh Fahri agar Fahri mengucapkan jika ia mencintai Maria namun ditolak oleh Fahri. Rekaman itu tidak terlalu membawakan hasil untuk kesehatan Maria, Aisyah pun meminta tolong pada sang pengacara. Lalu pengacara Indonesia itu bersama dengan seorang pengacara Jerman menemui kepala penjara untuk meminta agar Fahri sementara ini bisa keluar penjara dan disetujui. Fahri dan Aisyah menjenguk Maria. Fahri kembali menceritakan pertemuannya dengan Maria namun kondisi Maria tetap tidak berubah. Aisyah membujuk Fahri untuk mengatakan jika ia akan menikahi Maria. Yang awalnya ditolak mentah mentah oleh Fahri, namun Aisyah mengatakan jika ia hamil dan bayinya butuh seorang ayah maka usulan dari Aisyah pun dilakukan. Maria dan Fahri dinikahkan saat itu juga di rumah sakit, dan setelah beberapa saat seusai ijab kabul. Maria sadar. Scene berpindah pada pengadilan, hakim bertanya apa ada saksi baru dan pengacara menyebut Maria sebagai saksi terkuat. Noura dan Bahadrun terkejut melihat kehadiran Maria. Dari scene ini, terungkap jika dalang dari kecelakaan Maria adalah Bahadrun. Maria menceritakan segala kejadian dimalam dimana ia dan Fahri menolong Noura untuk lepas dari Bahadrun. Mendengar itu Noura pun mengakui segalanya. Ia memang tidak dilecehkan oleh Fahri, melainkan dengan Bahadrun. Ia melakukan ini karena kecewa Fahri menolak pernyataan cintanya. Ia pun takut jika kedua orang tua nya akan meninggalkannya lagi. Namun tidak, kedua orang tuanya memeluk Noura untuk menenangkan emosi gadis itu. Fahri pun bebas. Kehidupan pernikahan Fahri awalnya sempat saling berebut perhatian Fahri, hingga saat Aisyah hendak pergi ke Turki untuk ziarah dan ingin berangkat tanpa Fahri. Fahri sadar jika ia harus ikhlas dan ia pun butuh bantuan dari Aisyah. Akhirnya Aisyah pun kembali  dan disambut ramah oleh Maria. Mereka menjalani hari hari bersama dengan suka cita, hingga saat Aisyah tengah berjalan jalan sesuai anjuran dari ibu Maria ia merasa kesakitan. Dan disaat itu Maria juga mimisan. Mereka langsung diperiksa. Setelah Aisyah merasa lebih baik, ia menghampiri Maria yang terlihat sedih dan pucat. Maria juga meminta Aisyah untuk memanggil Fahri. Dan setelah Fahri datang, Maria terbaring dengan darah dari hidungnya. Aisyah hendak memanggil dokter namun dicegah oleh Maria. Maria meminta Fahri untuk mengajarinya sholat saat itu dan Fahri pun menyetujuinya. Saat sholat, Maria tidak bergerak sama sekali. Hingga setelah selesai, Aisyah memeriksa Maria yang masih terdiam hingga Fahri juga memeriksanya, dan Maria ternyata telah meninggal. Lalu Aisyah memanggil perawat untuk memastikan, dan memang benar. Maria telah meninggal.


2. Pengambilan gambar saat di kereta, terlihat stabil walau kereta sedang berjalan dan dengan keadaan yang ramai orang. Adegan saat Noura dipukul, terlihat seperti benar benar memukul dengan tenaga. Adegan saat Fahri di interogasi oleh pihak berwajib, seakan benar benar di pukuli. Transisi saat Fahri dipukul dan terlihat memar akibat pukulan yang didapat.


3. Menggunakan 4 bahasa. Bahasa Indonesia saat berbicara, lalu beberapa kali menggunakan bahasa Arab. Lalu pada adegan Fahri berbincang dengan Aisyah, ia menggunakan bahasa Jerman. Lalu saat berbincang dengan turis, Fahri menggunakan bahasa Inggris. Ada penggunaan bahasa formal saat berbicara dengan orang asing, bahasa sehari hari ketika dengan orang yang dikenal. Ada bahasa yang cukup kasar di adegan dimana Noura dipukul oleh Bahadur dan Bahadur menghinanya.


4. Penggunaan alur maju, adegan dimana Maria membantu Fahri bersama teman Fahri lainnya. 

Penggunaan alur mundur, saat Fahri berbicara pada Maria yang sedang terbaring di rumah sakit. Saat berada di pengadilan, saat Noura mengakui kebenaran. 


5. Penggunaan audio untuk musik yang mengisi suasana, dapat mengajak penonton terhanyut kedalam suasana yang telah dibuat. Efek suara saat Maria ditabrak, terlihat nyata. Beberapa adegan kekerasan seperti menampar, terdengar nyata. 


6. 

GS : scene persidangan

Over shoulder : Fahri meminta tolong Maria (awal film)

Combo [Tilting up, MCU, Tracking in, MS, Tilting down, Tilt up, MS] : scene Fahri dan teman temannya mengerjakan ulang proposal Fahri.

Follow, MS : Nurul mengambil kertas di Mading.

2S, MS : Fahri membicarakan deadline yang diundur 

LS : mari, Fahri dan Syaiful duduk di taman.

Panning left, MS : Tan Fahri berebut makanan sampai Fahri mengoreksi proposal barunya.

2S, LS : Fahri dan Maria berjalan berdua di jembatan.

VLS : scene setelah Fahri dan Maria berjalan di jembatan.

Low angle, follow : Fahri masuk ke kampus.

Height level : scene saat Nurul melihat Fahri diberi surat gadis lain.

MCU, GS : Fahri dan turis berbincang, Aisyah disebelah turis.

MCU, 2S : Fahri dan Aisyah berbincang setelah turun dari kereta.

Following, MLS, Overshoulder, 2S : Fahri minta tolong syeih.

Zoom out, MLS : Noura menangis saat mengatakan kebenaran.

LS : Fahri duduk di Padang pasir

CU : Maria membuka buku hariannya (di menit 1:55:25)

Zoom in, MS : Fahri dan Aisyah sedih setelah Maria meninggal.


7. Mungkin akan saya tambahi sedikit adegan dimana setelah Fahri menikah lagi dengan Maria, Aisyah sedikit menjauhi Fahri mencoba untuk ikhlas. 


Selasa, 28 September 2021

Alat pencahayaan dalam fotografi/videografi

ALAT PENCAHAYAAN

1. Honeycomb
Kegunaan hampir sama dengan filter, hanya saja berbentuk bulat seperti sarang tawon. Biasa dipasang pada lampu/sumber cahaya untuk menghaluskan cahaya yang jatuh ke arah obyek gambar 

2. Softbox
Menghasilkan pencahayaan yang lembut. Terbuat oleh kain yang jika semakin besar softbox, maka semakin lembut cahaya yang dihasilkan. Cahaya softbox dihasilkan oleh alat bantu cahaya (Strobo/barndoors)


3. Barndoors
Pengarah datangnya cahaya dari sumber cahaya.

4. Strobo
Sensor yang digunakan untuk menangkap cahaya.

5. Trigger
Flash tambahan yang dapat digunakan dengan bantuan elektro tanpa harus dipasang di body kamera.

6. AC Slave 
Seperti Strobo, namun cahaya yang dihasilkan lebih luas. Melebar ke segala arah.

7. Modelling Lamp
Menentukan atau melihat arah jatuhnya bayangan obyek.

8. Payung Reflektor
Mengubah sifat cahaya yang dihasilkan menjadi lebih luas.

9. Flash Meter
Mengukur kekuatan cahaya.

10. Standar Reflektor
Mengarahkan sinar ke obyek dan cahaya yang dihasilkan sangat kuat dengan sudut pancaran yang terbatas.

11. Snoot
Mengarahkan cahaya pada satu titik agar terpusat. Biasanya untuk highlight.

12. Slave Unit
Menangkap cahaya main light yang kemudian untuk menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave unit tersebut.

13. Flash Head
Cahaya continous atau sesekali memancarkan cahaya

14. Portable Flash Head

15. Continous Head

16. Ring Flash
Untuk pemotretan close up atau potraiture. Cahaya yang dihasilkan lebih merata keseluruhan wajah nyaris tanpa bayangan.

17. Backlight Reflector
Untuk lampu yang ditembakkan ke background dengan bentuk elips, dapat menghasilkan bayangan cahaya lonjong pada background.

18. Projection Snoot
Untuk memproyeksi bentuk bentuk bayangan seperti kisi kisi atau tekstur dan sebagainya.

19. Gobo
Pelat besi atau plastik yang memiliki gambar gambar bentuk atau pola yang digunakan bersama projection Snoot.

20. Striplight 
Menghasilkan outline yang tajam dan bayangan dengan pinggiran yang halus.

Selasa, 21 September 2021

Desain Tote bag

 

Karena aku juga lagi suka ngedit gaya gaya vintage dan menurut ku sekarang hal hal berbau aesthetic atau instagramable lagi banyak peminatnya, jadi ya gini deh desainnya. Warnanya simpel, kontras dan nggk terlalu mencolok sih. Karena aku juga nggak terlalu suka warna terang atau full color.

Minggu, 12 September 2021

Penataan pencahayaan indoor dan outdoor

Persamaan dari penataan pencahayaan indoor dan outdoor

1. Memiliki hasil yang sama sama bagus jika menemukan angel yang sesuai.

2. Sama sama menggunakan reflector untuk mengurangi ketajaman cahaya.


Perbedaan penataan pencahayaan indoor dan outdoor

1. Penataan di indoor membutuhkan alat pencahayaan yang mendukung, seperti pencahayaan, reflector, background yang sesuai dan alat lain yang mendukung. Sedangkan di outdoor, pengambilan gambar menggunakan cahaya natural dan jika diperlukan maka harus menyiapkan reflector. Di outdoor pun harus mempertimbangkan waktu pengambilan gambar untuk mendapatkan hasil yang sesuai.


Hal yang harus diperhatikan dalam penataan pencahayaan

1. Menentukan teknik dan konsep pengambilan gambar yang akan digunakan untuk menentukan bagaimana tata cahayanya.


Penataan pencahayaan dengan alat sederhana.

1. Untuk mengurangi ketajaman cahaya yang biasanya menggunakan softbox atau reflector, kita dapat menggunakan kantong plastik putih pada flash atau mungkin menggunakan kain putih atau gold dan juga cermin untuk merefleksikan cahaya.

2. Bisa menggunakan cahaya natural dari matahari atau flash ponsel. 

Minggu, 29 Agustus 2021

Videografi - Teknik pengambilan video, Teknik kamera video

 Teknik mengambil gambar tidak hanya tentang bagaimana kamera berkomunikasi dengan gambar yang direkam. Namun, terdapat teknik agar video tersebut tampak dramatis. Dalam bab ini, kita akan mempelajari mengenai teknik pergerakan kamera. Simak dengan seksama!

A. TEKNIK PERGERAKAN KAMERA

1. Teknik mengambil gambar
Teknik pengambilan gambar digunakan agar video mampu memvisualisasikan apa yang direkam. Berikut beberapa teknik mengambil gambar bergerak yang dapat dipelajari.

a. Close up
Teknik ini memperlihatkan keseluruhan objek benda atau manusia dari jarak dekat.

b. Extreme close up
Teknik ini memperlihatkan bagian dengan sangat detail, seperti bibir manusia dan lainnya.


c. Medium close up atau medium close shoot
Teknik ini memperlihatkan kepala dan bahu sampai dada bagian atas atau hampir keseluruhan benda. Bisa disebut juga dengan chest shoot.

d. Medium shoot
Teknik ini memperlihatkan kepala hingga pinggang, keseluruhan benda atau sebagian besar bangunan.

e. Long shoot (wide shoot/wide angle)
Menampilkan keseluruhan tubuh manusia dengan background yang cukup luas atau keseluruhan bangunan.

f. One shoot
Dilakukan dengan fokus objek terdiri dari satu objek atau satu orang atau pun binatang. Segala keartistikan tetap mengacu pada camera angle, type of shoots, type of character dan moving camera.

g. Two shoot
Teknik untuk merekam dua objek dalam satu frame. Ditulis 2 shoot atau 2s dalam naskah.

h. Group shoot
Menampilkan 3 orang atau lebih. Memiliki tingkat kerumitan karena seringkali kamera tidak dapat merekam semua aktivitas oleh berbagai objek tertentu

i. Big close up atau big close shoot
Memperlihatkan beberapa bagian wajah atau memperlihatkan beberapa bagian dari sebuah benda.

j. Medium long shoot
Memperlihatkan bagian kepala hingga lutut seseorang atau sebagian besar sebuah bangunan.

k. Very wide shoot atau very wide angle
Biasa digunakan untuk mengambil gambar sebuah pemandangan yang sangat luas.

l. Eye level
Pengambilan sejajar dengan mata.

m. Height shoot (bird eye)
Diambil dari tempat yang lebih tinggi dari objek sehingga memperlihatkan objek menjadi lebih kecil

n. Low angle (frog eye)
Mengambil gambar dari arah bawah, sehingga objek terlihat lebih besar.


o. Shoot
Munculnya gambar pada  layar yang diambil dengan menggunakan kamera dengan jangka waktu tertentu, untuk menghadirkan suasana dramatis.

2. TEKNIK PERGERAKAN KAMERA

Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya, telah dibedakan menjadi berbagai istilah istilah sebagai berikut :

a. Panning
Adalah gerakan horizontal, memiliki dua jenis gerakan. Yaitu

  1. Pan Right : pergerakan kamera dari kiri ke kanan
  2. Pan Left : pergerakan kamera dari kanan ke kiri

b. Tilting
Dengan menggerakkan kamera mengikuti arah objek secara vertikal. Tidak hanya untuk merekam manusia, namun benda lain atau apapun dapat dilakukan untuk mendramatisir suasana. Ada dua macam teknik tilting, sebagai berikut.

  1. Tilt Up : pergerakan kamera dari bawah ke atas.
  2. Tilt Down : pergerakan kamera dari atas ke bawah.

c. Tracking
Pengambilan dimulai dengan menggerakkan kamera mendekati objek. Ada 2 jenis tracking, yakni

  1. Track in : kamera ke depan mendekati objek.
  2. Track out : kamera ke belakang menjauhi objek.

d. Following shoot
Pergerakan kamera mengikuti kemana objek pergi. Bisa diikuti dari belakang, samping kanan, kiri maupun depan objek.

e. Zooming
Pengambilan gambar dengan memutar zoom ke kiri dan ke kanan pada lensa kamera ke arah objek berada. Pemutaran ke kanan berarti mendekati objek atau zoom in, dan sebaliknya. Pemutaran ke kiri berarti menjauhi objek atau zoom out.

Teknik ini biasa digunakan untuk menimbulkan ketegangan pada aktor, terutama pada adegan kaget. Hal yang harus diperhatikan, yakni.

  1. Setiap gerak harus memiliki makna untuk mendukung kelebihan atau karakter produk.
  2. Kejelian kamera menampilkan bagian utama dan kelebihan produk atau cara kerja.
  3. Urutan terjaga kontinuitasnya.
  4. Bila tak menggunakan tripod atau penyangga kamera, hindari menggunakan zoom in. Lebih baik mendekati objek daripada zoom in.
  5. Fokuskan pada objek dengan zoom in, setelah fokus kemudian zoom out sampai pada posisi semula.

3. SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR

Pengambilan gambar dengan sudut tertentu agar gambar yang dihasilkan tampak lebih menarik. Berikut beberapa angle dalam pengambilan gambar gerak, yaitu.

  • Dutch angle, pengambilan gambar miring. Menggambarkan ketidakstabilan emosi.
  • Worm angle, pengambilan gambar dimana kamera persis diletakkan diatas tanah.
  • Crazy angle, kamera bergerak tidak beraturan.
  • Change focus, ubah fokus dari satu objek ke objek lain dalam satu frame.
  • Circle/circular track, kamera mengitari objek.
  • Side shoot, merekam dari samping dan mengikuti objek berjalan.
  • Extreme top shoot, kamera mengambil tepat diatas objek.
  • High angle, mengambil gambar dari atas objek.
  • Eye level, mengambil gambar sejajar dengan mata.
  • Low angle, mengambil gambar dari bawah objek.

Sabtu, 07 Agustus 2021

Script - Naskah cerita

SCRIPT – "Tak Terduga"

 

Pemeran :

1.        Fino > Tokoh utama.

2.        Marzi > Ayah Fino.

3.        Marry > Ibu Fino.

4.        Roni > Sahabat Fino.

5.        Suci > Teman sekelas Fino.

6.        Farhan > Teman sekelas Fino.

7.        Ren > Rival Fino.

8.        Pak Rahmat > Waka Kesiswaan.

9.        Pak Ahmad > Wali kelas Fino.

10.    Mbk Rini > Penjaga perpustakaan.

11.    Pak Doni > Rektor Universitas.

12.    Pak Yadi > Tetangga Fino.


 

NASKAH

 

1.      Scene I > INT >> Dalam perpustakaan, pagi 06.00, sepi; Fino & mbk Rini

(Fino berjalan mengelilingi setiap bilik buku, mencari buku yang ia inginkan. ia mendapatkan 3 buku lalu membawanya pada meja penjaga perpustakaan. Memberikan buku buku itu pada mbk Rini)

Mbk Rini : “Langganannya perpus udah ada disini aja, pagi pagi”

(Mbk Rini mengambil 3 buku itu, mencatatnya lalu memberi stempel pada kartu pinjaman sebelum kemudian diberikan kepada Fino)

Fino         : “Iya nih mbk, bulan depan ada olim soalnya”

Mbk Rini : “Semangat ya belajarnya”

(Mbk Rini memberi kepalan tangan, menyemangati, sedangkan Fino yang melihatnya tertawa kecil lalu memberikan sikap hormat)

Fino         : “Siap mbk! Kalo gitu Fino permisi ya mbk”

Mbk Rini : “Sip deh”

(Fino sedikit membungkuk pada Mbk Rini sebelum keluar dari perpustakaan)

 

2.      Scene II > EXT >> Dilorong, depan mading, sepi; Fino.

(Fino berjalan menuju mading saat dirinya tak sengaja mendapati sesuatu yang sangat menarik perhatiaannya. Tepat di posisi paling atas, dengan desain yang mencolok. Itu berisi pengumuman tentang terbukanya kesempatan daftar untuk mendapatkan beasiswa)

Fino         : “Ini program baru ya? kok selama ini nggak pernah denger”

(Fino kembali membaca pengumuman tersebut dengan teliti)

Fino         : “Daftarnya ke Pak Rahmat ya?”

(Fino melirik jam tangan miliknya lalu menatap kearah sekitar)

Fino         : “Kayaknya Pak Rahmat udah dateng deh”

(Fino memutar arah untuk pergi menuju kantor guru yang berada tak jauh dari arah perpustakaan)

 

3.      Scene III > INT >> Kantor guru, sepi ; Pak Ahmad & Fino.

(Fino mengetuk pintu 3 kali)

Fino         : “Assalamu’alaikum”

(Pak Ahmad yang awalnya fokus pada dokumen dihadapannya kemudian menatap Fino yang berjalan mendekat ke arahnya)

P.Ahmad : “Wa’alaikumsalam”

(Fino menyalimi Pak Ahmad)

Fino         : “Pak Rahmatnya sudah datang, pak?”

P.Ahmad : “Udah, baru aja dateng. Mau daftar ya?”

(Fino tersenyum)

Fino         : “Iya pak”

P.Ahmad : “Bapak yakin kamu bisa”

(Fino menatap haru pada Pak Ahmad. Beliau memanglah orang yang memiliki hati yan tulus)

Fino         : “Makasih pak. Kalau begitu saya permisi pak”

P.Ahmad : “Iya”

(Fino berjalan memalui Pak Ahmad dengan menundukkan badannya)


 

4.      Scene IV > INT >> Depan meja pak Rahmat; Pak Rahmat & Fino.

(Fino berjalan mendekat menuju meja Pak Rahmat dengan perlahan, lalu berdiri tak jauh dari sana)

Fino         : “Permisi pak”

(Pak Rahmat melirik Fino sekilas, lalu melepas kacamata yang ia pakai utnuk membaca dokumen dihadapannya. Terlihat beliau tampak menghela nafas pelan)

P.Rahmat: “Duduk sini”

(Fino mengangguk pelan. Ia menarik kursi dihadapannya lalu perlahan duduk)

Fino         : “Pak, saya mau-”

P.Rahmat: “Daftar kan? Bentar”

(Pak Rahmat bangkit dari duduknya, berjalan menuju lemari kecil di ujung ruangan lalu kembali pada tempatnya)

P.Rahmat: “Nama lengkap kamu?”

Fino         : “Firendra Norendy”

(Pak Rahmat menulis nama Fino pada sebuah file berkas. Setelah selesai, beliau menatap Fino tanpa ekspresi)

P.Rahmat: “Syarat pertama biar bisa daftar, nilai kamu selama ini harus di atas rata rata. Jadi perlu di periksa dulu. Udah, kamu boleh kembali”

(Fino mengulum bibirnya urung bertanya saat melihat Pak Rahmat kembali fokus pada dokumen yang ia kerjakan)

Fino         : “Saya permisi pak”

(Fino undur diri saat melihat tidak ada tanda tanda balasan dari Pak Rahmat)

 

5.      Scene V > INT >> Di kantor guru; Pak Ahmad & Fino.

(Fino melangkah perlahan menuju pintu keluar, ia berjalan membungkuk saat hendak melewati meja Pak Ahmad)

Fino         : “Pak Ahmad, saya permisi ya pak”

(Pak Ahmad menatap Fino lalu tersenyum ramah)

P.Ahmad : “Iya Fin, yang semangat ya belajarnya”

Fino         : “Iya pak, Assalamu’alaikum”

P.Ahmad : “Wa’alaikumsalam”

 

6.      Scene VI > EXT >> Dilorong, ada beberapa siswa

(Fino melangkah dengan langkah santai, sesekali membalas sapaan dari beberapa teman seangkatannya atau bahkan adik kelasnya)

 

7.      Scene VII > INT >> Didalam kelas Fino; Roni, Fino & Mawar.

(Didalam kelas, sudah ada Roni. Teman sebangku nya tengah duduk bersila di atas kursi dengan ponsel yang di miringkan. Ada juga Suci, gadis yang duduk tepat didepan bangkunya. Suci juga bermain ponsel. Fino melangkah menuju tempat duduknya melewati Suci. Suci sejenak berhenti bermain ponsel dan menoleh menatap Fino saat ia telah duduk)

Fino         : “Kenapa Ci?”

(Suci melirik 3 buku paket yang ada di atas meja Fino)

Suci          : “Mau ikut olim ya Fin?”

(Finoikut melirik buku buku itu lalu mengangguk pelan)

Fino         : “Bulan depan ada Olim Fisika”

(Suci mengangguki pelan, ia mengepalkan tangannya seakan memberi semangat)

Suci          : “Semangat Fin! Kami semua selalu dukung lo!”

(Fino tertawa kecil lalu mendudukkan dirinya sebelum membalas ucapan semangat oleh Suci)

Fino         : “Makasih semangatnya Ci”

Suci          : “Nggak masalah itu mah”

 

8.      Scene VIII > EXT >> Dikantin, ramai, 10.15; Roni & Fino.

(Fino dan Roni sedang menikmati makanan mereka. Fino memesan nasi goreng dengan minum es jeruk dan Roni memesan soto dengan minum es teh)

Roni         : “Eh Fin, gue denger si Ren juga bakal daftar beasiswa”

(Fino menghentikan kegiatannya makan. Ia mengambil  minumnya untuk diminum sebelum bertanya pada Roni)

Fio            : “Ren siapa?”

Roni         : “Ituloh, anak kesayangannya pak Rahmat. Yang pernah ikut olim nasional”

(Fino mengangguk mengerti kemudian kembali memakan makanannya sementara Roni menatapnya kaget)

Roni         : “Lo nggak khawatir Fin?”

(Fino menggeleng membalas pertanyaan Roni. Fino menyeruput sedikit es jeruknya lalu menjawab)

Fino         : “Nggak penting takut atau enggak, yang penting itu niat, usaha sama ikhtiar Ren. Kalo emang rezeki sayaya alhamdulillah, kalo nggak ya mungkin lain waktu”

(Roni menatap kagum pada Fino yang kembali menikmati makanannya, bahkan ia bertepuk tangan pelan)

Roni         : “Wah keren banget lo Fin! Nggak salah gue temenan sama lo”

 

9.      Scene IX > EXT >> Halte bus, sore  14.30, suasanan sepi; Fino & Ren.

(Fino duduk di kursi halte dengan tenang, sesekali ia melirik jam tangannya untuk memeriksa berapa lama lagi bus akan datang. Sampai sebuah motor berhenti didepannya dan sang pengendara membuka helm hitam miliknya)

Ren          : “Lo yang namanya Fino?”

(Fino yang ditanya seperti itu menatap Ren itu bingung, namun tetap mengangguk membenarkan)

Ren          : “Mending lo nyerah dari sekarang deh, gue gak level saingan sama lo”

(Fino menatap Ren itu semakin bingung dan juga sedikit kesal)

Fino         : “Kamu siapa kok nyuruh saya nyerah? Emang kamu yakin bakal berhasil?”

(Ren menatap remeh Fino yang terlihat kesal”

Ren          : “Pasti lah gue yang menang. Gue pernah ikut olimpiade nasional, asal lo tau”

(Fino mengernyit kesal melihat kepercayaan diri pemuda dihadapannya)

Fino         : “Ikut doang kan, nggak menang? Itu nyogok juga bisa. Misi, saya mau pulang”

(Bersamaan dengan ucapan Fino, Bus tumpangan Fino pun akhirnya datang. Mengabaikan Ren yang terkejut dengan ucapannya, ia bangkit untuk naikbus tersebut)

Ren          : “AWAS LO FIN! GUE TANDAIN LO!”

 

10.  Scene X > INT >> Rumah Fino, meja makan, malam 19.00; Marzi, Marry & Fino.

(Suasana dimeja makan hening. Hanya terdengar dentingan sendok bertemu piring. Setelah semua selesai makan, Marry bangkit untuk mengambil  piring sang suami dan sang anak untuk ia cuci. Marzi dan Fino bangkit dari duduknya lalu keduanya berjalan menuju ruang tengah untuk menonton televisi sembari bercerita. Marry yang telah selesai dengan urusannya pun ikut duduk di tengah tengah Fino dan Marzi.)

Fino         : “Yah, bu. Fino daftar beasiswa. Tapi belum tau bakal lolos atau nggak”

(Marry memeluk Fino erat saat melihat tatapan Fino berubah sendu. Marry juga mengusap pelan surai Fino, mencoba memberi kekuatan dan ketenangan. Marzi pun ikut mengusap pundak Fino pelan, seakan memberikan dukungan)

Marzi       : “Ayah yakin kamu pasti  lolos. Percaya sama ayah”

Marry      : “Bener apa kata ayah kamu. Nggak usah mikir yang aneh aneh ya sayang. Ayah sama Ibu bakalan selalu dukung kamu apapun yang terjadi”

(Fino memeluk kedua orang tuanya erat. Ia merasa sangat bersyukur memiliki mereka sebagai keluarganya)

Fino         : “Makasih Ayah, Ibu. Fino sayang banget sama Ayah, Ibu”

M&M      : “Kami juga sayang banget sama kamu nak”

 

11.  Scene  XI > INT >> Dilorong depan kelas Fino, istirahat ke dua 12.45; Roni & Fino.

(Sudah 3 bulan sejak diumumkannya Fino yang lolos dalam pemilihan beasiswa tersebut, bersama Ren tentunya. Dan selama itu pula Ren selalu mengganggu Fino. Tinggal 2 bulan lagi sebelum ujian kelulusan dan si masa masa ini dirinya sedang tekun tekunnya belajar)

(Jam istirahat kedua ini, Fino dan Roni memilih untuk keduanya habiskan didepan kelas. Duduk di bangku depan kelas sembari menonoton beberapa teman mereka yang sedang bermain basket)

Roni         : “Fin, minggu depan lo jadi ikut olim biologi?”

Fino         : “Iya, kata pak Ahmad bakalan nginep 2 hari”

Roni         : “Itu skala nasional kan yah?”

Fino         : “Iya. Sekalian buat nambah poin beasiswa katanya”

(Roni menoleh menghadap Fino berniat ingin memuji dan memberi semangat, amun urung saat wajah Fino tampak sedih)

Roni         : “Lo kenapa sedih? Seharusnya kan lo seneng?”

Fino         : “Sebenernya saya lagi bingung, belakangan ini ibu saya ngeluh sakit dan ayah juga kadang harus keluar kota. Saya takut kalo saya pergi ibu saya kenapa napa”

(Roni menatap Fino prihatin. Ia menepuk pundak Fino pelan, memberi semangat)

Roni         : “Gue nggak pandai ngasih saran ke orang, tapi gue saranin lu ikutin apa kata hati lu. Gue tau hati lu lebih tau jalan keluarnya”

 

12.  Scene XII > EXT >> Halte bus, pulang sekolah 14.30, sepi; Fino & Ren.

(Fino tengah menatap sekitar sampai sebuah motor yang sudah ia hafal betul itu berhenti didepannya dan sang pengendara melepas helm nya)

Ren          : “Guetau lo lagi bimbang karena nyokap lo lagi sakitkan? Udah gue bilang dari awal, nyerah aja udah. kan simpel?”

(Fino mengalihkan pandangannya dan tersenyum remeh lalu kembali menatap Ren dengan tatapan tajam)

Fino         : “Saya nggak peduli kamu tau info itu dari mana,dan mau sampe kapanpun bahkan sampe mulut kamu berbusa pun. saya nggak bakal nyerah atau bahkan takut sama kamu. Minggir, Saya mau pulang”

(Fino kembali meninggalkan Ren saat bus datang seperti beberapa bulan lalu)


 

13.  Scene XIII > INT >> Didalam rumah, 15.00; Marry & Fino.

(Fino melepaskan sepatunya lalu masuk kedalam rumah)

Fino         : “Assalamu’alaikum bu”

Marry      : “Wa’alaikumsalam”

(Marry datang menyambut Fino dengan senyum lebarnya masih dengan apron yang melekat pada badannya. Fino menyalimi sang Ibu lalu mengajak beliau untuk kembali masukke ruang tamu)

Marry      : “Kamu  habis ini langsung mandi ya, terus kita makan”

Fino         : “Iya bu”

(Marry hendak kembali ke dapur untuk melanjutkan masaknya)

Fino         : “Bu”

(Marry berbalik menatap Fino yang tiba tiba tampak murung. Ia pun mendekati Fino dan memeluk tubuh tinggi Fino dengan erat dan sesekali mengusap punggung Fino)

Marry      : “Kamu kenapa nak? Ada masalah?”

Fino         : “Bu, Fino harus dapet beasiswa itu atau nggak?”

Marry      : “Loh, itukan keputusan kamu nak. Kamu ikutin keinginan kamu, jangan sampe sia – siain perjuangan kamu. Ibu sama Ayah bakal selalu dukung jalan yang kamu pilih”

(Fino melepas pelukan itu lalu melatap Marry bimbang)

Fino         : “Gitu ya bu?”

(Marry tersenyum, ia menangkup pipi Fino lalu memainkannya. sesekali menekannya pelan)

Marry      : “Iya anak gantengnya ibu. Semangat ya merjuangin masa depannya”

(Fino tersenyum haru lalu kembali memeluk Marry)

Fino         : “Iya bu! Makasih ya”

 

14.  Scene XIV > INT >> Di rumah Fino, pagi  09.00; Roni, Pak Yadi, Marry & Fino.

(Fino tengah duduk di sofa depan televisi sembari menunggu jam 10.00 nanti untuk dirinya berangkat menuju sekolah karena hari ini adalah hari dimana dirinya akan berangkat untuk mengikuti olimpiade biologi. Saat sedang fokus membaca soal latihan olimpiade, ponselnya berbunyi. Dan yang menelpon adalah Roni. Fino pun mengangkat panggilan itu)

Fino         : “Ada apa Ron?”

Roni         : “Lo berangkat jam berapa Fin?”

Fino         : “Kemarin disuruh ke sekolah jam 10.00 Ron, kenapa?”

Roni         : “Oh yaudah, Lo kalo berangkat kabarin gue ya”

Fino         : “Loh, ngapain?”

Roni         : “Ntar gue anter”

Fino         : “Wah, makasih Ron.Tumben banget kamu baik  gini”

Roni         : “Nggak usah ngeledek deh lo”

Fino         : (Fino tertawa kecil) “Iya iya, saya becanda”

Roni         : “Yaudah gue tutup ya”

(Belum sempat Fino membalas, terdengar suara sesuatu pecah dan disusul suara sesuatu yang besar jatuh. Fino berlari menuju dapur dan dapat dilihatnya sang ibu tak sadarkan diri. Ia langsung menghampiri tubuh Marry, menggendongnya dan membawanya keluar rumah. Ia memanggil tetangganya, Pak Yadi yang kebetulan hendak keluar)

Fino         : “Pak Yadi, tolong anterinFino ke rumah sakit pak”

P. Yadi    : “Innalillahi, ibu kamu kenapa Fin?”

Fino         : “Fino juga nggak tau pak, tadi tiba tiba Fino denger ibu jatuh dan udah pingsan”

P. Yadi    : “Yaudah sini buruan masuk mobil, keburu kenapa kenapa”

(Fino pun memasukkan Marry kedalam mobil Pak Yadi hati hati dibantu pleh Pak Yadi, lalu dirinya masuk lewat sebelah)

Fino         : “Makasih pak”

P. Yadi    : “Iya udah, cepet kamu pake seatbelt nya. Bapak mau sedikit ngebut”

 

15.  Scene XV > INT >> Kantor guru, tegang, pagi 06.15; Pak Rahmat, Pak Ahmad, Ren & Fino.

(Fino tengah menunduk takut saat Pak Rahmat di depannya tengah menatap dirinya marah. Hari rabu kemarin dirinya tidak mengikuti olimiade itu tanpa kabar, dan karena itu pula Pak Rahmat saat ini memarahinya. Ren yang berdiri disebelah pak Rahmat hanya menatap remeh Fino)

P.Rahmat: “Kamu ini sudah dikasih tanggung jawab kok malah seenaknya gitu sih Fin?! Kan saya sudah bilang kalo ini juga buat tambah poin kamu!”

(Pak Ahmad yang berdiri dibelakang Pak Rahmat pun berjalan mendekat, menepuk pundak Pak Rahmat pelan)

P.Ahmad : “Sudah pak, lagi pula kejadian seperti kemarin itu bukan kehendak kita. Kita juga tak mengharapkan kejadian seperti itu”

(Pak Rahmat menatap Pak Ahmad dengan pandangan tak setuju, dan Pak Ahmad yang ditatap seperti itu hanya tersenyum. Ren menatap Pak Ahmad tak suka. Pak Rahmat kemudian menghela nafas pelan lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada Fino yang masih tetap menunduk)

P.Rahmat: “Baiklah, apa yang dikatakan Pak Ahmad benar. Tapi tetap, kamu mulai skearang harus jaga sikap kamu. Jangan sampe kamu ngelakuin hal fatal lagi”

(Fino mengangguk pelan)

Fino         : “Iya pak”

P.Rahmat: “Yaudah kamu kembali ke kelas”

Fino         : “Iya pak, permisi”

(Fino melangkah mundur sembari membungkuk, lalu berjalan menjauh)

 

16.  Scene XVI > INT >> Didalam kelas Fino, jam pelajaran (Jam kosong); Siswa, Roni & Fino.

(Fino melipat kedua tangannya di atas meja lalu menumpu wajahnya pada lipatan tangannya. Roni yang duduk disebelah Fino menatap nya dengan pandangan prihatin)

Roni         : “Semangat Fin! Gue tau lo bisa ngelewatin semuanya”

(Fino menoleh menatap Roni lalu memberikan senyum tipis)

Fino         : “Makasih Ron”

 

17.  Scene XVII > EXT >> Jalan menuju halte, minggu siang 07.30; Fino.

(Fino berlari menuju halte bus. Hari ini ia di suruh Pak Rahmat ke sekolah jam 08.00 karena rektor dari universitas yang memberikan beasiswa akan datang. Beliau akan memilih satu di antara dirinya dan juga Ren. Ia tengah terburu buru mengejar waktu, pasalnya ia baru mendapat informasi itu 10 menit yang lalu)

Fino         : “Semoga bus nya belum berangkat”

(Fino semakin mempercepat larinya, dan saat sudah dekat. Bus itu telah melaju meninggalkan Fino yang baru saja menginjakkan kaki nya di halte. Fino menatap kepergian bus yang telah jauh itu. Sejenak ia menstabilkan nafasnya lalu kembali berlari dan sesekali melirik arah jalan raya barang kali ada angkutan umum atau bus lain)

 

18.  Scene XVIII > EXT >> Dipinggir jalan, siang 07.45; Ren, Fino dan Pak Doni.

(Fino berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya. Jarak sekolahnya cukup jauh meski ia telah melewati jalan pintas yang cukup dekat. Sampai sebuah motor berhenti disebelahnya. Itu Ren. Ia membuka kaca helm nya lalu menatap remeh Fino juga menatap Ren dengan nafas tersenggal)

Ren          : “Liat aja, gue yang bakal dapet beasiswa itu”

(Fino tak membalas ucapan Ren. Ia masih mencoba menstabilkan nafasnya. Saat Ren menyalakan motornya, seorang pria bersetelan rapi –Pak Doni– mendekati Fino dan Ren yang masih belum berangkat. Menatap Pak Doni bingung)

P. Doni    : “Dek, bisa tolong anterin saya ke bengkel deket sini nggak? Saya nggak tau daerah sini”

(Tak peduli dengan Pak Doni, Ren meninggalkan  Fino dan Pak Doni)

Fino         : “Aduh maaf ya pak, itu tadi temen saya buru buru. Mari pak, saya antar ke bengkelnya. Nggak jauh dari sini kok pak”

P. Doni    : “Waduh, makasih banyak loh dek. Kalau begitu ayo ke mobil saya”

(Fino mengangguk. Ia berjalan mengikuti Pak Doni. Tidak terlalu jauh jarak mobil Pak Doni dengan tempat Fino berdiri tadi. Saat ini keduanya telah berdiri disebelah mobil putih milik Pak Doni itu)

Fino         : “Ini mogok pak?”

P. Doni    : “Oh enggak kok, ini ban nya bocor. Ayo dek, masuk”

Fino         : “Iya pak”

 

19.  Scene XIX > INT >> Didalam mobil Pak Doni; Fino & Pak Doni.

(Fino duduk disamping Pak Doni yang menyetir. Sepanjang perjalanan Fino menatap jalan didepan dengan gelisah. Sesekali pun ia melirik jam tangannya. Ia tau ia akan sangat telat dan berkemungkinan ia gagal mendapat beasiswa itu, namun ia akan menerima apapun keputusan. Lagi pula tak ada penyesalan selama ia melakukan hal baik. Salah satu nya menolong bapak ini)

P. Doni    : “Kamu mau kemana dek? Kok minggu minggu gini pake seragam”

(Fino menoleh)

Fino         : “Hari ini itu ada acara di sekolah pak, mangkanya saya di suruh kesekolah”

(Pak Doni mengangguk paham)

P. Doni    : “Nama kamu Fino?”

(Fino langsung menoleh menatap terkejut Pak Doni)

Fino         : “Kok bapak bisa tau??”

(Pak Doni tertawa kecil)

P. Doni    : “Saya baca di nametag kamu, jangan mikir yang aneh aneh”

Fino         : “Oh iya, maaf pak”

(Fino tertawa kecil menertawakan pikirannya)

P. Doni    : “Nah, udah sampe”

(Fino menatap sekitar, lalu mengernyit saat yang ia dapati adalah mobil Pak Doni telah terparkir di parkiran sekolahnya)

Fino         : “Loh pak, kok ini berhenti di sekolah saya?”

(Pak Doni menatap Fino dengan senyum bangga)

P. Doni    : “Salam kenal Fino. Saya Pak Doni, calon rektor kamu”

 

20.  Scene XX >INT >>Di dalam aula, tegang; 5 guru, Pak Rahmat, Pak Ahmad, Ren, Fino & Pak Doni.

(Semua orang didalam aula diam, tak bersuara sedikitpun. Bahkan Ren yang berdiri di antara Pak Rahmat dan Pak Ahmad pun menunduk takut. Fino berdiri disebelah Pak Doni dan dirangkul dengan bangga oleh Pak Doni. Pak Doni menatap semua orang lalu berbicara)

P. Dino    : “Tanpa banyak basa basi lagi, saya sudah menemukan siapa yang pantas mendapat beasiswa ini. Karena tak hanya nilai yang penting, namun kepedulian sosial pun berarti. Selamat untuk Firendra Norendy, kamu mendapat beasiswa di awal kuliah sampai kamu wisuda”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alhamdulillah, selesai.


Apa itu Efek Dunning-Kruger? Merasa Paling Tahu Padahal Salah? Bisa Jadi kamu Terjebak Fenomena Ini

Pernah ketemu orang yang sok tahu banget, padahal salah? Atau jangan-jangan kalian salah satu dari mereka yang pernah ngerasain paling jago ...